Rabu, 10 Desember 2014

Rindu

Tiba-tiba teringat sesuatu yang lalu, tiba-tiba merindu yang telah terlupakan tapi masih mengingat beberapa bagian yanh masih tertinggal.

Ridu semua hal tentang masa kecil,
Rindu semua hal yang kadang kembali terasa asing,
Rindu semua hal yang selalu dilakukan dulu namun tak dapat dilakukan kini…
Ingin kembali kemasa itu .

Senin, 08 Desember 2014

Sederhana

Berniat iseng, melihat ponakan yang kurang liburan, kekotu yang murah meriah pun tak menjadi halangan untuk bersenang - senang.

Tak perlu waktu lama, hanya beberapa jam saja juga cukup untuk membuat mereka tersenyum dan mengenal tempat dan pengalaman yang baru.

Senin, 26 Mei 2014

Love you unconditionally …

kau adalah anugerah terindah yang kumiliki kini, likaliku dalam sebuah hubungan memang sangat wajar bahkan itu adalah pengujinya, apalagi jarak yang memisahkanpun lumayan memakan waktu yang juga tak sedikit.
Perbedaan usia terkadang berpengaruh dengan cara pandang masing-masing, dan cara berpikirnya pula yang membedakan tingkat kematangan kedewasaan seseorang, bukan saja karena aku yang lebih muda tapi jg karna kedewasaanku yang sangat jauh dari kematangan pikiran.
sering kali aku mementingkan keegoisanku, aku mendahulukan amarahku padamu, meski sebenarnya mungkin kaupun tak salah. Maaf … dan hanya kata itu yang mampu terucap dengan penyesalan saat kau mulai mencairkan keadaan yang ada.

Kau pernah berkata bahwa dirimu sangat beruntung memiliki aku, tapi setelah ku pikir dan ku cermati dengan baik  , justru aku yang lebih beruntung memilikimu, yang memaklumi segala kekuranganku yang terkadang manja berlebihan, penuh emosi, diam saat memiliki masalah, seringkali bersikap kekanakan dan terlebih saat over cemburu dengan setiap percakapanmu dengan wanita manapun meski itu hanya temanmu…

Aku justru tak pernah melakukan hal yang sama, menuntutmu menjadi yang ku inginkan tanpa berpikir kondisimu saat itu … hingga kau marah dengan sikap diammu dan berpura-pura tersenyum menghiburku, meski ku tahu emosi sedang bergejolak dalam hatimu ,,, dan yang aku salutkan adalah kau tetap tenang dan tidak pernah kasar sedikitpun, kau justru menjelaskannya dengan lembut dan hati-hati, sikap itu sangat berbeda dengan lelaki manapun yang pernah aku kenal sebelum-sebelumnya.

Terimakasih atas semua pengertian itu dan ku mohon jangan pernah berhenti melakukannya …
Aku pun akan  mencoba melakukan hal yang sama, meski mungkin tak sebaik yang kau lakukan.

Jumat, 23 Mei 2014

Entahlah

Semua yang telah terencana selalu tak tau arah pada saat yg telah ditentukan…
Semua selalu berpendapat bahwa "jalani segalanya seperti air yang mengalir"
tapi kenyataannya tak semudah itu

Jangan terlalu dipikirkan,
Kau pikir manusia diberi anugerah akal bukan untuk digunakan ?
Tentu semuanya digunakan untuk berpikir, bukan?
Bodoh, jika ia berkata bahwa "aku tak pernah memikirkannya"
Sekecil apapun sebuah masalah pasti akan dipikirkan …
Dan aku tersiksa dengan semua itu kini ……

Selasa, 06 Mei 2014

terkadang lelah

menjalin sebuah hubungan terkadang membuat hidup semakin tak nyaman. namun terkadang membuat suatu kenyaman yang tak bisa dirasakan saat sendiri. aku dan kamu mungkin akan menjadi kita saat kita sama-sama memahami arti masing-masing, saat kita meredakan emosi masing-masing, saat kita mencoba untuk saling melengkapi. namun semua akan sia-sia saat kamu tak pernah mau mengalah. bukan usia yang menjadi patokan siapa yang harus mengalah dan siapa yang harus lebih dewasa, tapi bagaimana cara setiap orang untuk berfikir, dan membuka hati, tidak congkak dan angkuh.

semoga aku tak melakukan hal yang tidak seharusnya ku lakukan untuk pasanganku kelak Tuhan ...

Rabu, 26 Februari 2014

the legend

karya-karyanya sudah menggelegar dimana-mana sebelum aku mengenal dunia ini, dan sampai saat ini masih terkenal dan dimaninkan dimanapun dan oleh siapapun.

lirik-lirik lagunya yang kritis namun sederhana menjadi ciri khasnya yang selalu diingat oleh penikmatnya. hampir semua lagunya aku tahu dan hampir semuanya pula aku menyukainya.

awalnya aku mengenal lagu-lagunya saat aku masih sekolah dasar, kakak laki-lakiku seringkali memainkannya dikamarnya dengan keras, entah lewat radio atau type recorder, dan jelas saja aku sering mendengarnya pula bahkan hingga aku hafal liriknya. dan sejak saat itu aku mencoba mencari tahu siapa itu Iwan Fals, apa itu OI dan kenapa hampir semua kalangan menyukainya. dan alhasil sampai usiaku yang ke 20 ini, aku masih menyukainya dan mungkin akan selalu menyukainya karena sampai saat ini belum ada penyanyi di Indonesia ini yang mampu menandingi karya-karyanya.

tentangmu .... yang lalu



Kasih .... tahukah kau tentang hari ini
Tahukah kau betapa aku merindukanmu
Tahukah kau bahwa usahaku melupakanmu sia-sia
Dan tahukah kau betapa sakitnya menahan rindu ini

Aku ingin membencimu
Dengan seribu cacian, hinaan bahkan hujatan
Tapi kasihmu melebihi segalanya
Hingga aku pun tak sanggup membencimu

Kau memang bukan yang pertama
Yang akan menjadi sebuah kenangan
Kau adalah seorang pengganti
Tapi kau justru tak terganti

Kau tahu hujan itu memberikan ruang
Ruang untukku berbicara tentangmu
Seperti saat kau memaksaku bercerita
Bercerita tentang segala hal
Saat matahari hendak bersembunyi
Saat tangis pilu mewarnai tawaku hari itu
Kau yang berjanji tapi kau yang melanggarnya juga

Kau memang pecundang
Pecundang yang membuatku jatuh cinta
Kau memang bodoh
Namun Kebodohanmu yang membuatku merasa nyaman
Kau memang licik
Tapi kelicikanmu pula yang membuatku sulit melupakanmu


Rabu, 19 Februari 2014

pengalaman sekolah yang tak ingin diulang

Hampir semua warga negara pasti pernah yang namanya bersekolah meski tidak semuanya, mungkin hanya bagi orang-orang yang beruntung dan memilik keinginan kuat untuk menuntut ilmu yang mampu bersekolah hingga ke jenjang perguruan tinggi, dan aku adalah salah satu diantara yang beruntung tersebut. namun, tidak semua masa-masa sekolah itu menyenangkan karena memiliki teman yang banyak, memiliki pengetahuan yang luas, merasa disibukkan dengan tugas-tugas sekolah, bermain bersama. semua itu aku alami tapi hal buruk pun aku alami hingga aku benar-benar menyesal dan tak ingin bertemu dengan mereka lagi. bukan tanpa sebab, karena dimana ada asap pasti ada api.

BULLYING , mungkin itu istilah kerennya jaman sekarang. saat kelas X di sebuah sekolah swasta dikotaku, semua berjalan seperti biasa ; menyenangkan, kekeluargaan tanpa membedakan ras dan martabat, kami berpikir kami sama, yang membedakan adalah nilai kami dikelas agar kami bisa saling membantu dalam pelajaran.

tapi saat menginjak kelas XII semua berubah, aku memang tidak begitu menonjol di kelas karena memang watakku yang diam dan jarang ikut pelajaran tambahan meskipun nilai akademik ku cukup baik dan aku masuk dalam 3 besar dikelas setiap tahunnya. dan ternyata karena nilai-nilaiku tersebut pula yang membuat beberapa temanku nempel terus, hingga kami membuat sebuah grup atau geng dikelas yang kemana-mana bareng, kekantin, kerja kelompok, shopping sampe arisan segala.

singkat cerita, terjadi perselisihan antara aku dengan salah satu temanku itu sebut saja R.S (dia memang cukup menonjol dikelas, bukan karena nilainya tapi fisiknya, sikapnya yang mudah bergaul dengan siapapun, terlalu mudah bahkan) awalnya aku fikir dia itu memang polos, baik hati, tidak sombong, perhatian TAPI? itu cuma kedok!!! dia tak seperti yang aku bayangkan.
dan usut punya usut, memang sejak SMP pun dia memang selalu bermasalah dengan orang lain ya.. karena dia menyalahgunakan kelebihan fisiknya untuk ya entahlah orang bilang menggoda pacar temannya sendiri. EGPlah dengan masalah pribadinya.

permasalahannya kan antara aku dengan dia, tapi ternyata dia menggunakan lidahnya untuk memfitnahku dan membuat satu kelas membenciku! ya Rabb rasanya sakit banget tapi Allah memang adil, meski lidahnya tak pernah berhenti menjudgeku, masih ada orang-orang yang percaya padaku dan tak pernah percaya dengan ucapannya. dan sejak saat itu, aku tak mudah percaya dengan orang lain apalagi untuk menjalin pertemanan dengan siapapun.


Minggu, 16 Februari 2014

aku memang sedang belajar

sejak kecil aku diberlakukan dengan istimewa, manja, apapun yang diinginkan selalu dipenuhi tapi sekarang? semua harus aku usahakan sekarang, bayar kuliah saja aku harus bekerja dulu, membeli barang yang aku inginkan pun harus menunggu awal bulan saat gaji bulanan telah cair.
tapi semua ada hikmahnya, aku belajar prihatin, tentang apa yang harusnya kuusahakan dan apa yang akan aku hasilkan pula.

aku belajar menghargai kerja keras kedua orang tuaku, dan sekarang aku akan mengusahakan keinginan mama untukku penuhi ....

beri aku jalan untuk selalu ada dijalanMu
dan kuatkan aku ketika Engkau memberiku sebuah hadiah lewat sebuah ujian.
yakinkan aku bahwa aku memang istimewa.

Kamis, 13 Februari 2014

neng nyaah ka bapa, neng sono pa ...

tahun 2013 adalah tahun terberat untukku, bagaimana tidak? aku kehilangan orang yang paling aku sayang, teman yang selalu mengerti kesedihan dan kebahagiaanku, orang tua yang selalu mensupport aku saat aku benar-benar buntu untuk berusaha dan hanya terpikir untuk menyerah, seorang pemimpin yang tak pernah lupa akan tugasnya, seorang pasien yang tak pernah marah saat aku mengeluh dan berkata dengan nada tinggi saat merawatnya, dan selalu memijat kepalaku saat aku merasa pusing dan lelah.

ayah, yang selalu ada dalam pikiran dan hati. takkan pernah lekang oleh waktu pa, nadiku berayun dengan kenanganmu.

inget banget, bagaimana ketika beliau mengajariku tentang kedisiplinan. harus bisa mengikat sepatu sendiri saat hari pertama sekolah, dan beliau mengajariku dengan sabar dan telaten, mengajariku cara memasak nasi, sayur, mie bahkan nasi goreng meskipun sekarang aku lupa.
Beliau selalu mengajariku untuk disiplin, contohnya saja, saat sekolah masuk pukul 7.00 pagi maka aku harus bangun pukul 5.00 pagi, mandi, shalat, dan mempersiapkan perlengkapan sekolah seperti seragam, buku ,dll. kemudian pada pukul 6.15 pagi aku harus sudah siap untuk berangkat ke sekolah meskipun disekolah tentu masih sepi dan bahkan kosong, tapi itulah cara bapa mengajariku untuk berdisiplin agar aku tahu betapa berharganya waktu, dan betapa menjengkelkannya saat aku tidak tepat waktu.

Dan saat aku sudah beranjak remaja, beliau akan memberikanku kebebasan untuk memilih sekolah yang ingin aku tempuh, dan saat memasuki SMP aku memilih untuk bersekolah asrama di salah satu pondok pesantren modern di daerah Karawang,dan beliau menyetujui keinginanku. Dan saat disekolah tersebut pula aku mulai merasa prihatin dengan keuangan keluargaku, dan sering sekali beliau tak dapat menjengukku karena beliau tak memiliki uang untuk biaya sekolah dan uang sakuku, dan akhirnya beliau akan mengirimiku sebuah surat yang mengatakan bahwa beliau akan datang minggu berikutnya jika memang beliau telah memiliki rejeki.

dan saat paling mengharukan untukku adalah saat beliau terkena stroek, dimana beliau tak mampu berucap bahkan untuk bergerakpun beliau butuh bantuan kami. aku adalah anak yang paling dekat dengan beliau, kemanapun beliau pergi pasti aku yang mengantarnya atau jika aku tidak ada beliau akan pergi sendiri, entah dengan cara berjalan kaki ataupun menaiki kendaraan umum. saking dekatnya saat aku akan pergi bersama kakak laki-lakiku untuk membeli sesuatu beliau tak mengijinkanku pergi hingga beliau menangis kepadaku agar aku tetap tinggal meski akhirnya aku tetap pergi dan mungkin itu adalah firasat beliau saat beliau pergi menghadap Sang Khalik tidak ada aku disampingnya. 3 hari sebelum kepergiannya keharibaanNya, aku mulai beraktivitas seperti biasa dan sebelum pergi aku berjanji untuk pulang 2 kemudian tapi ternyata aku tak menepati janjiku padanya karena aku pulang keesokan harinya, saat beliau telah kembali ke sisi-Nya. "neng nyaah ka bapa, neng sono pa"

menyesal? ya, mungkin aku menyesal tapi apa daya, semua telah terjadi, semua telah berlalu dan aku pun tak punya kuasa untuk kembali kemasa itu. Rabbku pun akan membenciku jika aku terus menyesalinya. maafin neng ya pa,
ana uhibu abi, uhibu fillah