Rabu, 19 Februari 2014

pengalaman sekolah yang tak ingin diulang

Hampir semua warga negara pasti pernah yang namanya bersekolah meski tidak semuanya, mungkin hanya bagi orang-orang yang beruntung dan memilik keinginan kuat untuk menuntut ilmu yang mampu bersekolah hingga ke jenjang perguruan tinggi, dan aku adalah salah satu diantara yang beruntung tersebut. namun, tidak semua masa-masa sekolah itu menyenangkan karena memiliki teman yang banyak, memiliki pengetahuan yang luas, merasa disibukkan dengan tugas-tugas sekolah, bermain bersama. semua itu aku alami tapi hal buruk pun aku alami hingga aku benar-benar menyesal dan tak ingin bertemu dengan mereka lagi. bukan tanpa sebab, karena dimana ada asap pasti ada api.

BULLYING , mungkin itu istilah kerennya jaman sekarang. saat kelas X di sebuah sekolah swasta dikotaku, semua berjalan seperti biasa ; menyenangkan, kekeluargaan tanpa membedakan ras dan martabat, kami berpikir kami sama, yang membedakan adalah nilai kami dikelas agar kami bisa saling membantu dalam pelajaran.

tapi saat menginjak kelas XII semua berubah, aku memang tidak begitu menonjol di kelas karena memang watakku yang diam dan jarang ikut pelajaran tambahan meskipun nilai akademik ku cukup baik dan aku masuk dalam 3 besar dikelas setiap tahunnya. dan ternyata karena nilai-nilaiku tersebut pula yang membuat beberapa temanku nempel terus, hingga kami membuat sebuah grup atau geng dikelas yang kemana-mana bareng, kekantin, kerja kelompok, shopping sampe arisan segala.

singkat cerita, terjadi perselisihan antara aku dengan salah satu temanku itu sebut saja R.S (dia memang cukup menonjol dikelas, bukan karena nilainya tapi fisiknya, sikapnya yang mudah bergaul dengan siapapun, terlalu mudah bahkan) awalnya aku fikir dia itu memang polos, baik hati, tidak sombong, perhatian TAPI? itu cuma kedok!!! dia tak seperti yang aku bayangkan.
dan usut punya usut, memang sejak SMP pun dia memang selalu bermasalah dengan orang lain ya.. karena dia menyalahgunakan kelebihan fisiknya untuk ya entahlah orang bilang menggoda pacar temannya sendiri. EGPlah dengan masalah pribadinya.

permasalahannya kan antara aku dengan dia, tapi ternyata dia menggunakan lidahnya untuk memfitnahku dan membuat satu kelas membenciku! ya Rabb rasanya sakit banget tapi Allah memang adil, meski lidahnya tak pernah berhenti menjudgeku, masih ada orang-orang yang percaya padaku dan tak pernah percaya dengan ucapannya. dan sejak saat itu, aku tak mudah percaya dengan orang lain apalagi untuk menjalin pertemanan dengan siapapun.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar