Senin, 26 Mei 2014

Love you unconditionally …

kau adalah anugerah terindah yang kumiliki kini, likaliku dalam sebuah hubungan memang sangat wajar bahkan itu adalah pengujinya, apalagi jarak yang memisahkanpun lumayan memakan waktu yang juga tak sedikit.
Perbedaan usia terkadang berpengaruh dengan cara pandang masing-masing, dan cara berpikirnya pula yang membedakan tingkat kematangan kedewasaan seseorang, bukan saja karena aku yang lebih muda tapi jg karna kedewasaanku yang sangat jauh dari kematangan pikiran.
sering kali aku mementingkan keegoisanku, aku mendahulukan amarahku padamu, meski sebenarnya mungkin kaupun tak salah. Maaf … dan hanya kata itu yang mampu terucap dengan penyesalan saat kau mulai mencairkan keadaan yang ada.

Kau pernah berkata bahwa dirimu sangat beruntung memiliki aku, tapi setelah ku pikir dan ku cermati dengan baik  , justru aku yang lebih beruntung memilikimu, yang memaklumi segala kekuranganku yang terkadang manja berlebihan, penuh emosi, diam saat memiliki masalah, seringkali bersikap kekanakan dan terlebih saat over cemburu dengan setiap percakapanmu dengan wanita manapun meski itu hanya temanmu…

Aku justru tak pernah melakukan hal yang sama, menuntutmu menjadi yang ku inginkan tanpa berpikir kondisimu saat itu … hingga kau marah dengan sikap diammu dan berpura-pura tersenyum menghiburku, meski ku tahu emosi sedang bergejolak dalam hatimu ,,, dan yang aku salutkan adalah kau tetap tenang dan tidak pernah kasar sedikitpun, kau justru menjelaskannya dengan lembut dan hati-hati, sikap itu sangat berbeda dengan lelaki manapun yang pernah aku kenal sebelum-sebelumnya.

Terimakasih atas semua pengertian itu dan ku mohon jangan pernah berhenti melakukannya …
Aku pun akan  mencoba melakukan hal yang sama, meski mungkin tak sebaik yang kau lakukan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar